Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Steve Jobs, Kanker Pankreas, Rokok dan Diabetes

KOMPAS.com - Steve Jobs adalah penderita kanker pankreas, sama seperti aktor Patrick Swayze yang meninggal karena kanker pankreas bulan September 2009.  Berikut ini adalah sedikit tentang kanker pankreas yang dikutip dari Sol Goldman, John Hopkins Medical Center dan WebMD. Artikel ini adalah bagian dari buku Fat  Loss not Weight Loss DIABETES yang akan dirilis sebentar lagi. Diabetes sangat berhubungan dengan pankreas.
Kesehatan Steve Jobs menjadi menarik diamati, karena harga stok saham Apple dipengaruhi oleh rumor kesehatan Steve.
Misalnya, ketika Steve tampak tidak sehat di suatu acara MacWOrld di tahun 2009, Steve mengatakan dirinya “berada dalam ketidakseimbangan hormon”. Lalu ketika dia mengumumkan akan menjalani perawatan, harga saham Apple turun. Setiap saat beredar rumor, baik asli atau palsu soal kesehatan Steve, maka harga saham akan turun.
Steve Jobs diketahui menderita kanker pankreas. Dan berikut ini adalah gambaran umum tentang kanker pankreas.  
Pankreas adalah kelenjar yang berbentuk tube, sekitar 15 cm yang terletak di perut bagian belakang. Tugas utamanya bagi tubuh manusia adalh menghasilkan enzim yang membantu usus memecah makanan, dan memproduksi hormon yakni insulin yang membantu regulasi gula darah.
Kanker pankreas adalah penyebab keempat kematian kanker baik pria dan wanita dan merupakan salah satu  kanker yang paling mematikan, juga di kalangan medis dikenal sebagai “silent killer” 38.000 orang Amerika akan terdiagnosa kanker pankreas dan 34.000 di antaranya akan mati karenanya.
Kanker ini sebetulnya dapat ditatalaksana kalau ditemukan di tahap awal akan tetapi masalah dari kanker ini adalah kesulitan mendiagnosa untuk tahap awal . Pada tahap awal kanker tidak terasa gejala apapun. Akan tetapi, seiring dengan semakin besarnya pertumbuhan kanker, maka akan terasa nyeri di perut bagian atas kiri yang menyebar ke belakang.
Rasa nyerinya menjadi saat orang yang terkena kanker makan atau berbaring. Gejala lain yang tampak adalah jaundice alias kuning. Kemampuan bertahan hidup selama 5 tahun adalah 25 persen kalau kanker dioperasi dan diangkat saat masih kecil dan belum menyebar.
Siapa saja yang berisiko terbesar terkena kanker pankreas? Berikut ini adalah faktor-faktor yang memengaruhi timbulnya kanker pankreas :
1.       Faktor keturunan. Kalau ada 2 atau lebih kerabat yang menderita kanker pankreas.
2.       Keturunan Yahudi Ashkenazi
3.       Mengalami mutasi genetik BRCA
4.       Usia di atas 50 tahun
5.       Perokok berat.
6.       Diabetes
7.       Lain-lain, seperti penyakit hati kronis, obesitas, kurang olahraga.
Tiga faktor pertama yang disebutkan paling atas adalah yang tidak dapat dikontrol. Namun faktor yang keempat yaitu penuaan memang tidak dapat dikontrol, karena secara kronologis usia orang terus bertambah. Akan tetapi, usia tubuh dapat dikembalikan. Salah satunya adalah dengan melakukan terapi hormon yang komprehensif.
Faktor yang kelima yaitu merokok merupakan faktor yang saya beri perhatian khusus. Menurut John Hopkins , rokok adalah salah satu faktor penyebab kanker pankreas, dan seperti kita ketahui, konsumsi rokok di negeri ini sangat besar.  Perlu perhatian bagi semua masyarakat di Indonesia, bahwa akibat merokok lebih dari sekedar kanker paru-paru.
Kematian dini yang diakibatkan dari rokok lah yang perlu dikhawatirkan. Kematian dini berarti kehilangan talenta yang berharga yang sangat mahal yang dibutuhkan perusahaan, instansi, organisasi di negri ini untuk maju.
Faktor yang keenam adalah diabetes. Penderita kanker pankreas, 10-20 persen adalah penderita diabetes.  Diabetes adalah fakor risiko yang dapat di”manage” dengan gaya hidup sehat. Kata kunci diabetes adalah faktor keturunan, dan gaya hidup. Faktor keturunan tentunya tidak dapat diubah, akan tetapi gaya hidup selalu bisa dimodifikasi.
Beberapa faktor risiko pencetus diabetes adalah overdosis gula yang menyebabkan kelelahan pankreas, dan makanan kaya lemak, khususnya lemak trans yang terdapat di dalam minyak sawit, dan dijual di berbagai fast food. Konsumsi keduanya di"back up" oleh monosodium glutamat alias vetsin, yang memperkuat rasa.
Akan tetapi kalau mau ditelusuri sedikit, kita perlu berpikir kritis, apa yang mendorong orang menjadi suka makanan tersebut, yang pada akhirnya menyebabkan diabetes.
Salah satunya adalah stress (cocok untuk kondisi Steve Jobs), baik berupa stres pekerjaan, stres hubungan romantis, stress finansial. Salah satu solusi sebetulnya adalah mencari solusi atas stres ini, baru mengajarkan gaya hidup sehat.  Artinya, yang perlu diubah adalah mindsetnya, baru ditunjukkan caranya, dan diberi contoh bagaimana melakukannya.
Semua perusahaan, organisasi, ionstansi,  sebaiknya membuat pelatihan perubahan mindset hidup sehat. Karena kalau lalai, bisa memberi dampak bagi kekuatan tim secara keseluruhan, khususnya bila yang terkena dampak adalah eksekutif di posisi tinggi seperti Steve Jobs.
Baik merokok atau diabetes, untuk mengubah gaya hidup, diperlukan lebih dari sekedar himbauan. Akan tetapi perlu pengkondisian. Sebab yang diperlukan adalah perubahan mindset. Perubahan perilaku, yang selama ini digembar-gemborkan, tidak akan memberi hasil apapun tanpa perubahan mindset. Perubahan mindset artinya mengubah bawah sadar yang perlu teknik khusus untuk mengerjakannya. Bukan sekedar himbauan. Harus dijadikan standar prosedur. Bagian dari kewajiban.
Kalau organisasi masih menginginkan perubahan untuk meningkatkan kinerja, sudah saatnya corporate health strategy menjadi salah satu competitive advantage yang diterapkan diperusahaan. Mengubah mindset, mengubah perilaku sehingga mengubah hasil. Dengan demikian, kita bisa mengurangi risiko kehilangan terlalu dini orang bertalenta tinggi seperti Apple kehilangan Steve Jobs.

Rabu, 12 Oktober 2011

Penyakit Keturunan yang Sulit Dicegah

Setiap orang pasti menginginkan tubuh yang sehat dan terbebas dari segala macam penyakit. Tapi beberapa penyakit tertentu tidak bisa dicegah keberadaannya karena termasuk penyakit genetik yang diturunkan.

Penyakit keturunan adalah suatu penyakit kelainan genetik yang diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Namun ada orangtua yang hanya bertindak sebagai pembawa sifat (carrier) saja dan penyakit ini baru muncul setelah dipicu oleh lingkungan dan gaya hidupnya.

Seperti dikutip dari International Bioscience, ada beberapa penyakit keturunan yang sangat serius karena bisa diturunkan pada generasi berikutnya. Orangtua yang memiliki gen penyakit turunan, sebaiknya segera memeriksakan anaknya.

Ada beberapa penyakit turunan yang secara otomatis diturunkan ke anak atau generasi berikutnya, yaitu:


1. Hemofilia

Hemofilia adalah salah satu penyakit turunan akibat kekurangan faktor pembeku darah 8 atau 9. Perintah pembekuan darah ini terdapat di kromosom X, sehingga penderita hemofilia kebanyakan adalah kaum laki-laki. Karena itu sebagian besar perempuan sebagai carrier saja. Penyakit ini sulit dicegah karena setiap anak mengandung satu kromosom seks dari ibu dan satu kromosom seks dari ayah, karenanya penyakit ini selalu dimulai sejak anak-anak.


2. Buta warna

Buta warna adalah salah satu masalah penglihatan karena ketidakmampuan melihat perbedaan antara beberapa warna, penyakit ini diwariskan dari mutasi genetik kromosom X. Sebagian besar penyakit ini akibat faktor genetik, tapi ada juga yang disebabkan kerusakan mata, saraf atau otak akibat bahan kimia tertentu. Mutasi yang menyebabkan buta warna jika sedikitnya ada 19 kromosom berbeda dan 56 gen berbeda. Kondisi ini bisa muncul saat masih kanak-kanak atau sudah dewasa.


3. Diabetes melitus

Penyakit diabetes melitus memiliki hubungan yang kuat dengan keturunan. Penyakit ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah akibat insulin dalam tubuh yang tidak bisa bekerja secara optimal. Seseorang yang memiliki antigen leukosit (human leukocyte antigen/HLA) dalam darah yang diperoleh dari orangtuanya akan memiliki kecenderungan kuat untuk mengembangkan diabetes tipe 1.
Sedangkan diabetes tipe 2 juga merupakan penyakit turunan yang akan muncul di generasi berikutnya jika ada masalah lain yang menyertai seperti obesitas, hipertensi atau gaya hidup tak sehat yang mengganggu fungsi sel-sel beta di dalam tubuhnya.


4. Thalasemia

Thalasemia adalah kelainan darah karena hemoglobin darah mudah sekali pecah. Penyakit ini merupakan genetik yang diturunkan jika kedua orangtuanya adalah pembawa sifat (carrier). Akibat kelainan darah ini membuat anak terlihat pucat dan harus mendapatkan transfusi darah secara teratur agar hemoglobinnya tetap normal. Berdasarkan hukum Mendel jika ibunya sebagai carrier, maka setiap anaknya berpeluang 25 persen sehat, 50 persen sebagai carrier dan 25 persen terkena thalasemia.


5. Kebotakan

Seperti diketahui bahwa kebotakan disebabkan oleh banyak hal, tapi salah satunya juga bisa akibat faktor keturunan dari orangtuanya. Jika ayahnya mengalami kebotakan, maka setidaknya salah satu anaknya ada yang mengalami kebotakan akibat adanya gen yang diturunkan.
Dr Angela Christiano, profesor dermatologi dan genetika di Columbia University Medical Center berhasil menemukan gen yang menyebabkan rambut menipis dan bahkan bisa terasa efeknya saat masih anak-anak. Diketahui gen APCDD1 yang menyebabkan folikel rambut menyusut sehingga rambut semakin lama semakin menipis dan botak.


6. Alergi

Sebagian besar alergi disebabkan oleh faktor keturunan. Jika orangtua memiliki bakat alergi, maka ada kemungkinan sekitar 70 persen anak akan memiliki alergi juga. Namun jika hanya salah satu orang saja yang alergi, maka faktor risiko ini bisa berkurang sekitar 30 persennya.


7. Albino

Albino adalah salah satu penyakit turunan yang disebabkan anak tersebut mengandung gen albino dari ayah dan ibunya. Kebanyakan orang dengan albino lahir dari orangtua yang memiliki gangguan dalam hal produksi melaninnya, tapi pada orang yang carrier tidak akan menunjukkan tanda-tanda memiliki gen albino. Jika orangtua hanya sebagai carrier atau memiliki satu gen albino, sebaiknya tidak menikah dengan orang yang memiliki albino.


8. Asma

Asma merupakan salah satu penyakit turunan dan diketahui bahwa faktor ibu lebih kuat untuk menurunkan asma pada anak dibandingkan dengan faktor bapak. Asma bisa timbul bila dipicu oleh adanya suatu alergen disekitarnya. Selain itu sekitar 30 persen penyakit asma disebabkan oleh turunan dari orangtuanya. Namun pada beberapa orang yang asmanya terkontrol dengan baik, bisa hilang saat menjelang dewasa.

Salah satu cara untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut menurun ke generasi berikutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan lengkap sebelum menikah. Karena dari pemeriksaan ini akan diketahui apakah keduanya memiliki gen penyakit yang diturunkan ke anaknya kelak atau tidak sehingga bisa lebih siap menghadapinya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons