Tampilkan postingan dengan label kuliner sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner sehat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2011

Wedang Uwuh, Jogjakarta

Masih tentang Yogyakarta. Di wilayah ini memang menyimpan teramat banyak hal unik dan menarik. Bukan hanya kerajinan, namun juga makanan dan minuman. Salah satu yang sangat khas di Yogyakarta adalah Wedang Uwuh.
Ada sangat banyak jenis minuman yang kita kenal dalam tradisi masyarakat Indonesia yang segar dan menyehatkan. Kita mengenal wedang jahe, wedang ronde, wedang alang-alang, wedang secang, dan lain sebagainya. Wedang artinya minuman, yang umumnya disediakan dengan model seduhan air panas. Ada pula yang disebut dengan “jamu”, seperti kunir asem (kunyit asam), beras kencur, cabe puyang, dan lain-lain.
Secara tradisional diyakini ada banyak khasiat minuman tersebut, walaupun bisa jadi belum ada penelitian ilmiah yang mendukung. Berbagai minuman dan jamu tersebut mampu menghangatkan tubuh, sebagiannya berkhasiat meredakan batuk, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Salah satu yang khas di daerah Yogyakarta adalah Wedang Uwuh. Dari segi namanya, wedang artinya minuman, sedangkan uwuh artinya sampah. Hah, minuman sampah ? Sebentar, itu hanya istilah saja. Disebut wedang uwuh karena bahan rempah dihidangkan dalam gelas yang tampak seperti tumpukan sampah, kemudian diseduh dengan air panas.
Ramuan Khas Wedang Uwuh
Aneka jenis herba yang menjadi kandungan wedang uwuh di antaranya adalah jahe, serutan kayu secang, serutan kayu manis, cengkih, daun pala. Kadang ditambahkan pula batang sereh atau daun jeruk. Bisa juga dibubuhi gula batu atau gula merah. Jika diseduh dengan air panas, akan tampak warna yang merah khas kayu secang.
Inilah ramuan yang apabila dimasukkan ke dalam sebuah gelas, tumpukannya tampak seperti sampah yang memenuhi gelas. Karena terdiri dari beraneka ragam jenis herba yang bentuk, ukuran, dan warnanya beraneka macam.
Saat ini sudah banyak dijumpai wedang uwuh dalam bentuk serbuk, syrop, bahkan dalam bentuk celup, semacam teh celup. Jika datang ke Yogyakarta, sudah sangat banyak toko menyediakan oleh-oleh wedang uwuh instan yang bisa anda bawa pulang. Namun belum pas rasanya jika anda belum merasakan yang asli, langsung melihat bagaimana rempah tersebut menumpuk di gelas menyerupai sampah.
Cara membuat wedang uwuh ini sederhana saja. Semua bahan dimasukkan ke dalam gelas, lalu diseduh dengan air mendidih. Jika membuat dalam ukuran banyak, rebuslah air hingga mendidih, lalu  berbagai bahan tersebut dimasukkan ke dalam air mendidih tersebut. Bercampurnya aneka bahan dalam wedang uwuh itulah yang menghasilkan minuman berwarna merah dari warna dominan secang. Bau harum menguar dari aroma kayu manis. Rasa hangat, pedas, manis, berasal dari jahe dan rempah lainnya.
Banyak Khasiat
Jika dilihat dari isinya, jahe diyakini bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah. Jahe juga bersifat antikoagulan (antipembekuan darah) yang lebih hebat daripada bawang putih atau bawang merah. Bahkan jahe juga mampu menurunkan kadar kolesterol karena bisa mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah dan hati. Penelitian yang dilakukan para ahli di Jepang memperlihatkan, jahe dapat menurunkan tekanan darah tinggi dengan jalan mengurangi laju aliran darah perifer (aliran darah tepi).
Kayu manis memiliki sifat antioksidan dan membuat rasa wedang menjadi lebih nikmat. Banyak herbalis meyakini bahwa campuran jahe dan kayu manis berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan antioksidannya tinggi. Dr Michael dari Herbacure menilai, berbagai kandungan bahan dalam wedang uwuh jika diuraikan satu per satu memang memiliki manfaat beragam. Manfaat itu terutama untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan memperlancar aliran darah.
Serutan kayu manis dan cengkih, adalah herba yang bersifat hangat, juga bisa memberikan aroma sekaligus sensasi rasa yang unik. Daun pala yang mengandung saponin, polifenol, dan flavonoid bermanfaat untuk menghilangkan nyeri, meredakan perut mulas karena masuk angin, melancarkan sirkulasi darah, dan mengatasi gangguan pada lambung.
Komponen penting lain dalam wedang uwuh adalah secang. Herba yang biasa disebut kayu secang (Caesalpinia sappan) ini telah lama dikenal sebagai bahan ramuan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti sifilis, batuk darah, dan radang. Kayu secang juga dapat dipergunakan sebagai campuran untuk minuman kesehatan dan penghangat badan. Penelitian yang dilakukan di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengungkapkan bahwa secang memiliki kemampuan antioksidan, antikanker, memperlancar peredaran darah, dan melegakan pernapasan.
Terakhir, gula batu sebagai pelengkap untuk memberikan rasa manis, tanpa membuang aroma sekaligus rasa asli bahan-bahan ramuan ini.

Gabus Pucung, Kuliner Sehat

Menu ini memang tidak selalu ada karena kesulitan bahan baku. Ikan Gabus selama ini hanya di tangkap di alam dan setahuku belum ada yang membudidayakan nya. Kuliner ini sebenarnya adalah masakan khas betawi yang kemudian menyebar di sekitar Jabodetabek. Menu gabus pucung ini biasanya hanya di sajikan bila ada pasokan ikan gabus dari masyarakat sekitar, Seperti hari ini, seorang anak mengantarkan gabus hasil tangkapan dia bersama teman-teman nya. Kurang lebih 5 kg ikan gabus berukuran besar-besar berhasil mereka dapatkan.
12974803251285997468 ikan gabus
Bentuk ikan gabus sedikit menyeramkan bagi mereka yang baru melihatnya, sepintas mirip dengan ikan lele atau ikan sapu, tapi jelas berbeda bila kita perhatikan bentuk mukanya. Gabus tidak berkumis dan lebih mirip ke kepala ular. Orang-orang di kampung ku meyakini jika gabus adalah hasil perkawinan anatara lele dan ular, keyakinan yang tentu saja salah kaprah.
Melihat bentuk ikan gabus yang agak menyeramkan dan kuah pucung yang hitam pekat, sepintas memang tampak tidak menarik. Tapi jangan dulu lihat penampilannya, coba rasanya. Daging ikannya terasa lembut dan gurih ditambah dengan aroma pucung yang harum, klop lah sudah rasanya dilidah. Gabus pucung lebih nikmat bila dimakan dalam kondisi panas ditambah sedikit sambal ulek cabe rawit.
12974807791306618600
Berikut ini adalah resep ikan gabus pucung
Bahan-bahan :
Bahan bumbu, ditumbuk:
4 buah Cabe Merah , 5 siung Bawang merah , 5 siung Bawang putih, bahan-bahan ini di tumbuk halus, satu ruas Jahe (memarkan), 5 lembar daun Salam, 3 batang Sereh (memarkan), satu ruas Lengkuas (memarkan), 5 buah belimbing wuluh
2 kg Ikan Gabus, dibersihkan isi perutnya, sisiknya dikerok
0,5 kg buah Pucung (kluwek) dipecahkan kulitnya, kemudian ambil isinya yang berwarna hitam pekat.
Buncis dipotong-potong panjang
Cara memasaknya :
Semua bumbu , ditumis dengan sedikit minyak, sampai harum, kemudian masukan , pucung, buncis dan ikan gabus yang sudah dibersihkan dan dipotong-potong , aduk rata kemudian tambahkan air sampai gabus terendam. Tambahkan garam kemudian Diamkan beberapa saat sampai air mendidih, lalu segera angkat Karena jika terlalu lama daging ikan akan hancur. Sajikan selagi panas., tambahkan sambal jika suka.
Disamping lezat sebagai makanan, ikan gabus juga ternyata sangat baik untuk kesehatan. Hasil-hasil penelitian menunjukan Kadar Albumin yang tinggi dalam ikan gabus diketahui berperan penting dalam proses pertumbuhan sel-sel baru dan mengganti sel-sel yang rusak. Untuk itu mengkonsumsi ikan gabus sangat disarankan untuk orang-orang yang habis operasi, melahirkan, mengalami luka, luka bakar, ataupun gizi buruk pada anak-anak.
Saat ini untuk tujuan kesehatan ikan gabus sudah diproduksi dalam bentuk extrak ikan gabus yang bisa diberikan melalui infus ataupun dalam bentuk kapsul.
Jadi tunggu apa lagi yuk kita konsumsi ikan gabus, Sehat dan Nikmat!!!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons